Langkah Pengambilan Keputusan

 

4 Paradigma, 3 Prinsip dan 9 Langkah Pengambilan dan Pengujian Keputusan

4 Paradigma, 3 Prinsip dan 9 Langkah Pengambilan dan Pengujian Keputusan

Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

AHMAD YANI,S. Pd

CGP_angkatan 7_SDN Arjasa I Kec. Arjasa Kab. Sumenep


        Dilema etika. Pernahkah anda merasakan dilema etika?. Bagaimana anda memecahkan masalah dilema etika yang anda hadapi?. Berapa lama anda dapat mengambil keputusan dari dilema etika yang anda hadapi?. Siapakah yang dapat membantu anda dalam memutuskan dilema etika yang anda hadapi?. Dari dilema etika tersebut, keputusan seperti apa yang anda ambil?. Apakah keputusan tersebut sudah tepat?. Dan apakah keputusan yang anda ambil membuat anda merasa nyaman ?. Itulah beberapa pertanyaan refleksi mengenai pengambilan keputusan dari sebuah dilema etika  yang pernah anda alami. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, masalah dilema etika bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi. Karena dilema, tidak banyak orang dapat mengambil keputusan dengan tepat. Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup. Jadi apa itu dilema etika ?  perlu kita ketahui bahwa tidak semua keputusan sulit tersebut merupakan dilema etika. Ada kalanya itu lebih berupa bujukan moral. dilema etika merupakan dilema yang ditimbulkan oleh kepentingan dari masing-masing pihak yang sama-sama benar, tapi saling bertentangan satu dengan yang lain. Sedangkan bujukan moral ditimbulkan oleh kepentingan dari masing-masing pihak yang memiliki nilai salah dan benar.

     Pada situasi dilema etika, terdapat 4 paradigma untuk mengkatagorikan setiap situasi. 4 paradigma tersebut antara lain :

1. Individu lawan masyarakat (individual vs community) 

Dalam paradigma ini ada pertentangan antara individu yang berdiri sendiri melawan sebuah kelompok yang lebih besar di mana individu ini juga menjadi bagiannya. Bisa juga konflik antara kepentingan pribadi melawan kepentingan orang lain, atau kelompok kecil melawan kelompok besar.

2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

Dalam paradigma ini ada pilihan antara mengikuti aturan tertulis atau tidak mengikuti aturan sepenuhnya. Pilihan yang ada adalah memilih antara keadilan dan perlakuan yang sama bagi semua orang di satu sisi, dan membuat pengecualian karena kemurahan hati dan kasih sayang, di sisi lain. 

3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty) 

Kejujuran dan kesetiaan seringkali menjadi nilai-nilai yang bertentangan dalam situasi dilema etika. Kadang kita perlu untuk membuat pilihan antara berlaku jujur dan berlaku setia (atau bertanggung jawab) kepada orang lain. Apakah kita akan jujur menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kita menjunjung nilai kesetiaan pada profesi, kelompok tertentu, atau komitmen yang telah dibuat sebelumnya.

4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short time vs long time) 

Paradigma ini paling sering terjadi dan mudah diamati. Kadang perlu untuk memilih antara yang kelihatannya terbaik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa yang akan datang. Paradigma ini bisa terjadi di level personal dan permasalahan sehari-hari, atau pada level yang lebih luas, misalnya pada issue-issue dunia secara global, misalnya lingkungan hidup dll.

        Etika tentunya bersifat relatif dan bergantung pada kondisi dan situasi, dan tidak ada aturan baku yang berlaku. Tentunya ada prinsip-prinsip yang lain, namun ketiga prinsip di sini adalah yang paling sering dikenali dan digunakan. Dalam seminar-  seminar, ketiga prinsip ini yang seringkali membantu dalam menghadapi pilihan-pilihan yang penuh tantangan, yang harus dihadapi pada dunia saat ini. (Kidder, 2009, hal 144). Ketiga prinsip tersebut adalah: 

  1. Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking) 
  2. Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) 
  3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

        ketika situasi dilema etika sudah terkategorikan dalam salah satu paradigma dan terresolusi dalam prinsip-prinsip yang sesuai, selanjutnya adalah menentukan keputusan melalui 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. langkah-langkah ini diharapkan dapat menuntun para pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dengan tepat. 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan tersebut antara lain :

  1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini
  2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
  3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
  4. Pengujian benar atau salah, yang terdiri dari uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi dan uji panutan
  5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.
  6. Melakukan Prinsip Resolusi
  7. Investigasi Opsi Trilema
  8. Buat Keputusan 
  9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Itulah tadi sedikit materi yang dapat saya bagikan pada teman-teman terkait 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dari modul 3.1 pendidikan guru penggerak. Semoga bermanfaat bagi para pembaca, khususnya para  pemimpin pembelajaran dalam mengatasi situasi dilema etika. amin. 

sekian terima kasih 

Sumber : 

Nurcahyani, Andri S.Pd, M.S. dan  Rajasa, Diah Samsiati M.S. (2021).Pendidikan Guru Penggerak_ Paket Modul 3 pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah_Modul 3.1 pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Kemdikbud

Komentar